CAN COULD MAY MIGHT SHOULD HAD BETTER MUST WILL WOULD tidak diikuti oleh to
Sering terjadi kesalahan pemakaian to seperti berikut ini :
I can to swim seharusnya I can swim
You must to go to the doctor seharusnya You must go to the doctor
You had better to see a doctor seharusnya You had better see a doctor
Have, Have got dan ought selalu diikuti oleh to
She has to go to the office earlier
John ought to obey his parent
I have got to the shop this evening
Showing posts with label auxiliary verb. Show all posts
Showing posts with label auxiliary verb. Show all posts
Thursday, August 6, 2009
Tuesday, May 5, 2009
Tentang do-does / s-es
Pada pelajaran 23 ada tiga pertanyaan yang sering ditanyakan para pembelajar bahasa inggris sebagai berikut:
Saya belum tahu apakah analisa saya ini benar, tapi coba kita lihat pendapat saya sebagai berikut :
1. Sebenarnya dalam kalimat positifpun ada kata kerja bantu DO dan DOES, misal
4. Dalam kalimat positif yang menggunakan subyek orang ke-3 (he/she), kata kerja selalu ditambahkan s/es karena adanya kata kerja bantu DOES yang tersembunyi.
Jadi hal ini menjawab pertanyaan pembelajar bahasa inggris tentang mengapa harus ada penambahan s/es pada kata kerja yang subyeknya orang ketiga tunggal (pada present tense), dan mengapa do dan does muncul dalam kalimat tanya dan kalimat negatif tetapi tidak terlihat di kalimat positif.
Bagaimana menurut anda?
- Bagaimana dan mengapa kok tiba-tiba muncul DO-DOES dalam kalimat negatif?
- Mengapa DO-DOES tidak muncul dalam kalimat positif?
- Mengapa dalam kalimat yang menggunakan subyek orang ke-3 tunggal (he-she) harus menggunakan tambahan S/ES dan harus hilang ketika DOES muncul dalam kalimat negatif?
Saya belum tahu apakah analisa saya ini benar, tapi coba kita lihat pendapat saya sebagai berikut :
1. Sebenarnya dalam kalimat positifpun ada kata kerja bantu DO dan DOES, misal
- I do go to the town
- She does work in the restaurant
- Shinta does play the piano well
- I do love You ( saya sungguh mencintai kamu)
- I do make it happen
4. Dalam kalimat positif yang menggunakan subyek orang ke-3 (he/she), kata kerja selalu ditambahkan s/es karena adanya kata kerja bantu DOES yang tersembunyi.
- Shinta does play piano well menjadi Shinta plays piano well
- She does work in the restaurant menjadi She works in the restaurant
Jadi hal ini menjawab pertanyaan pembelajar bahasa inggris tentang mengapa harus ada penambahan s/es pada kata kerja yang subyeknya orang ketiga tunggal (pada present tense), dan mengapa do dan does muncul dalam kalimat tanya dan kalimat negatif tetapi tidak terlihat di kalimat positif.
Bagaimana menurut anda?